Breaking News
Showing posts with label TDS 2013. Show all posts
Showing posts with label TDS 2013. Show all posts

Wednesday, 9 July 2014

Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu

Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu
Tour de Singkarak adalah kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumatera Barat. Kejuaraan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 ini merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang umumnya diadakan sekitar bulan April hingga Juni dan berlangsung selama seminggu. Kejuaraan ini telah menjalin kerjasama dengan Amaury Sport Organisation yang menjadi penyelenggara Tour de France di Perancis.

Sesuai dengan namanya, Singkarak yang merupakan danau terbesar di Sumatera Barat menjadi bagian dari jalur lintasan Tour de Singkarak. Selain itu, beberapa kawasan wisata lain juga menjadi bagian dari jalur lintasan, termasuk Lembah Harau, Danau Maninjau, Kelok 44, Danau Diatas, dan Danau Dibawah.

Tour de Singkarak diselenggarakan untuk pertama kali oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia pada tahun 2009. Dipandang sukses dari segi peyelenggaraan, menjadikan ajang balap sepeda ini sebagai salah satu kejuaraan balap sepeda resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional di kelas 2.2 Asia Tour. Sehingga selain didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Tour de Singkarak juga diperkuat dengan dukungan APBD provinsi dan kabupaten atau kota yang daerahnya dilalui oleh peserta. Hal ini disebabkan setiap daerah yang menjadi bagian dari tahapan perlombaan balap sepeda Tour de Singkarak mempunyai peran cukup besar dalam mengenalkan daerahnya. Sehingga jumlah kabupaten dan kota yang menjadi jalur lintasan Tour de Singkarak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Dalam tiga kali penyelenggaraan Tour de Singkarak, kota Padang selalu menjadi titik start pelombaan dengan titik finish di dermaga danau Singkarak. Namun pada Tour de Singkarak 2012, titik start lomba dipindahkan ke kota Sawahlunto. Sedangkan titik finish dipindahkan ke kota Padang sebagai ibu kota Sumatera Barat.

Diselenggarakannya Tour de Singkarak dinilai telah dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat. Bahkan pada tahun 2011 naik hingga 13,2% atau di atas kenaikan pariwisata nasional 8,9%. Pada tahun 2010, wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di Sumatera Barat sebanyak 332.515 orang, dan tahun 2011 meningkat menjadi 413.180 orang atau naik sekitar 24,3%.

Dari segi koordinasi dan sinergitas, Tour de Singkarak juga dinilai sebagai event promosi pariwisata terbaik dari 41 event tetap yang digelar Kemenparekraf. Sinergitas itu terlihat dari kekompakan para pimpinan daerah dalam mendukung kegiatan tersebut; gubernur berikut para wali kota dan bupati selalu menghadiri langsung rapat koordinasi.
 
Screen Shot TDS Banner :
 
 
Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu

Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu

Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu

Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu

Sejarah Tour de Singkarak Hingga Waktu ke Waktu
 
Read more ...

Tuesday, 8 July 2014

Hari Pertama Tour de Singkarak Langsung dari Padangpanjang

Hari Pertama Tour de Singkarak Langsung dari PadangpanjangPadangpanjang kembali memastikan siap sebagai penyelenggara pada iven balap sepeda internasional, yaitu Tour de Singkarak di tahun 2013 ini. Pasalnya, Padangpanjang mempunyai hotel standar ISO.

Kepala Bagian Humas Setdako Padangpanjang Ampera Salim, menyebutkan sesuai hasil keputusan rapat bersama dengan dinas terkait menyimpulkan Padangpanjang siap menjadi tuan rumah ivent balap TdS tersebut.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita tetap mengusulkan sebagai salah satu lokasi start dan finish. Dimana saat ini kita telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk penyelenggaraan ivent itu,” ujar Ampera Salim di ruangannya kemarin.

Pada rapat yang dipimpin Wawako Edwin itu, Padangpanjang memenuhi persyaratan menjadi penyelenggara, karena memiliki hotel yang representatif sebagai tempat menginap pembalap dan official tim, sesuai dengan hasil survey ISO beberapa waktu lalu.

Disebutkan Ampera, tahun lalu Padangpanjang hanya menjadi lokasi start, karena waktu itu salah satu penginapan belum memenuhi standar yang ditetapkan sesuai ISO, sebagai lembaga standarisasi penyelenggara TdS.

“Untuk lokasi finish sendiri, kita tetap ajukan di depan BRI Padangpanjang karena satu-satunya jalur lurus dan panjang yang ada di kota ini. Sedangkan untuk start, kita rencakan di Lapangan Khatib Soelaiman di Banca Laweh, yang bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Serambi Mekah,” jelasnya.
Read more ...
© 2014 | Designed By Salingka Wisata Sumbar | All rights reserved.